Rabu, 01 Agustus 2012

Hidup Ini Ya Begini

Hidup ini memang keras. Kejam dan nggak ramah bagi banyak orang. Bahkan kadang kita pikir, hidup hanya bersikap ramah pada segelintir orang yang yeah.. katakanlah.. punya duit? Sukses? Tapi kalo kita tanyakan lagi pada mereka, pasti mereka akan menjawab hal yang sama. Hidup berlaku tidak ramah pada mereka pada awalnya. Barulah setelah mereka bekerja keras dengan tekun, hidup mulai melunak dan menunjukkan wajah manisnya.
Okay. Mungkin nggak semua. Anda mungkin beranggapan hidup itu manis dan menyenangkan. Well, nggak ada salahnya. Apapun pendapat kita, kita berhak mengemukakannya sesuai dengan cara pandang kita terhadap kehidupan.

Aku hanya memikirkan tentang berbagai hal yang bisa terjadi dalam hidup. Nggak selamanya yang terlihat manis, tenang dan datar itu seindah kelihatannya. Kita hanya melihat permukaannya. Kita nggak bener-bener tahu apa yang sedang bergejolak di dalam. Dalam banyak kesempatan, aku menyaksikan bahwa yang terlihat bergejolak belum tentu lebih parah dari yang terlihat aman tadi. Banyak latar belakang dan alasan harus kita perhatikan.

Yeahh.. mungkin postingan kali ini terdengar bagai misteri. Memang iya. Banyak hal terjadi dalam hidup yang nggak bisa begitu saja kubagi dengan Anda semua, para pembaca.. Tentang perasaan-perasaanku, keluargaku, saudaraku, banyak hal deh yang ribet and rumit, seru tapi nggak penting kalo diceritakan pada orang yang nggak ngerti.

Aku cuma berharap melalui setiap kesempatan dan peristiwa yang terjadi dalam hidup, aku bisa menarik pelajaran dari dalamnya. Toh pengalaman bukanlah guru yang terbaik. Guru yang terbaik adalah pengalaman yang direnungkan dan diambil hikmahnya. Kegagalan misalnya, akan tetap menjadi kegagalan sampai kita memelajari sesuatu darinya. Selama tidak, kita akan tetap berurusan dengan kegagalan dalam hidup. Dan dalam banyak peristiwa, pengalaman paling buruklah yang biasanya mengajari kita nilai-nilai penting tentang kehidupan. Kalau kita memelajari kisah tokoh-tokoh ternama dunia, kita bisa melihat bahwa mereka menjadi besar bukan karena mereka terlahir untuk itu, melainkan karena mereka menghadapi sesuatu yang keras, berjuang dengan tekun sehingga berhasil mengatasi penderitaan hidup dan memenangkan pertandingan. Orang-orang seperti inilah yang pada akhirnya kita kenal dengan menyandang predikat sukses. Tanpa perjuangan, kerja keras dan ketekunan, mungkin mereka akan berakhir sama seperti orang biasa lain di dunia ini. Tanpa nama.

Jika Anda menghadapi kesukaran dan mengalami penderitaan yang Anda anggap cukup berat, bersyukurlah. Itu berarti Anda luar biasa. Hanya orang biasa yang akan menghadapi pengalaman-pengalaman biasa. Orang-orang yang luar biasa mengalami hal-hal yang luar biasa. Bahkan mereka mengubah sesuatu yang biasa jadi luar biasa. Anda tak bisa menginginkan hidup Anda biasa-biasa, aman, terkendali, menyenangkan dan berharap jadi seseorang yang luar biasa. Itu tidak mungkin. Anda baru bisa menjadi luar biasa jika Anda telah mengalami banyak peristiwa yang luar biasa, namun terus menghadapinya hingga berhasil mengalahkannya. Itu adalah hukum kehidupan yang tak bisa dibantah. Apa beda permata dan batu biasa? Batu biasa tetaplah batu biasa jika ia tidak diasah, ditempa, digesek dan digoncang oleh kerasnya keadaan sekelilingnya.

Apapun yang tidak membunuhmu, akan menjadikanmu lebih kuat, kata pepatah. Jika suatu persoalan tidak membunuh Anda, maka Anda harus mendapatkan sesuatu yang meningkatkan nilai Anda dari persoalan tersebut. Please dehh.. ini bukan waktu untuk merenungkan hal-hal sepele dan nggak jelas. Sudah bukan waktunya untuk merasa sebagai korban dan minta dikasihani. Bangkitlah, tegaklah, Anda luar biasa. Sampai Anda mengalaminya sendiri, Anda akan memahami bahwa hidup ini bukanlah keajaiban yang turun dari langit, tapi hadiah yang harus Anda perjuangkan untuk tampil sebagai pemenang.

Viva la vida! ^^

Sabtu, 28 Juli 2012

“Senyum Semangat”

ya dua kata yang sangat aku suka..

mengapa?? karena dia memiliki senyum yang indah yang dapat membuatku semangat.
entah mengapa aku merasa tenang jika aku melihat dirinya..
tenang rasanya.. tenang sekali..
setiap ku merasa emosi atau badmood, yaa… dengan melihat atau bertemu dengannya hati ini begitu tenang
emosi ini hilang seketika..
dulu.. aku suka melihat dan mencuri2 pandang ketika dia lewat di fakultas atau kelas dia sedang disamping kelasku..
yaaa.. aku tau waktu itu aku sedang jatuh cinta sepertinya..
I love all about him..
I love all he did..
waktu itu.. aku hanya mengagumi dirinya dari jauh saja, sebatas aku mengenal namanya.. meskipun no hp dirinya ada di contact hp ku, rasanya hanya untuk pajangan saja..
begitu senang rasanya cerita k sahabat2 yang selalu mendengarkan cerita diriku yang sedang berbunga2..

aku dikagetkan oleh dia karena dia masuk k duniaku..
dunia dimana aku sedang menjalaninya..
tapiii….
tiba-tiba…
sesuatu datang menghampiri kita..bukan kita.. tapi kami..
kami yang berada di situ.. aahh… dia terlihat galau.. dia menceritakan bagaimana dia pada saat itu sedang mengalami hal2 tersulit..
baaimana ini? aku bisa apa? seandaikan bibir ini mampu berbicara, maka aku akan meminjamkan bahuku untuk tempat dia bersandar..
aku merasa sangat bersalah telah membawa dunianya ke duniaku yang mungkin baru baginya..
aku berterimakasih dan bersyukur dengan ini semua aku bisa lebih mengenal dia.. aku jadi tau bagaimana dia, bagaimana dia senang bagaimana dia sedih.. dan aku sangat berterimakasih akan hal itu..
tapiiiiiiiiiiiii lagi dan lagi..
justru dengan itu.. itu membuatku sedikit tidak nyaman.
mengapa??
teman sepermainannya membuatku tak nyaman.. itu juga mungkin yang membuat dia tak nyaman..
mungkin ini karena kehadiranku disini..
tapi jujurr aku menyemangatimu, aku terus disampingmu tulus dari dalam hatiku..
tak pernah ingin dibalas atau kau membalas perasaanku..aku tak sedikitpun berfikir seperti itu.. yang aku inginkan adalah senyum yang dulu aku suka kini kembali ada diwajahmu yang tampan itu.
kini aku tak pernah meliat senyum itu.. sekalipun kau senyum, aku tau itu terpaksa.. aku tau itu tanpa kau bilang..
aahhh.. aku harus bagaimana?
ada beberapa temanku dan temanmu yang memnyuruhku disisimu selalu, memberimu semangat..
tapii..maaf, aku takbisa.. karena dia tak menginginkannya.. dan aku tau itu..

saat ini..
dia berbeda.. perlahan dia menjauh dariku..atau apakah ini hanya perasaanku saja?
aahh memikirkannya saja aku bingung.. tak pernah ada lagi sms yang membuat aku semangat.. tak ada lagi kata2 semangatku untuk dirinya..
hilang seketika.. hilang seketika.. hilang seketika..
aku takut dia menghilang.. tapi justru aku yang akan menghilang.. dengan begitu, aku jamin dia akan nyaman tanpa aku yang terus ada disisinya..
inilah jelekku..menyerah dan berfikir negatif.. tapi fikaranku justru didukung dengan tingkah lakunya terhadapku, jadimau tak mau aku berfikir mungkin lebih baik aku yang pergi.. kau tetap disini karena semua orang membutuhkanmu disini.
senyum semangatku sekarang perlahan2 memudar.. bagaimana aku mendapatkan lagi semangatku tanpa melihat senyumnya?
aahhh apa dia akan membaca tulisanku ini?
jika iya apa tau ini adlaah untuknya? kapan dia akan tau perasaanku tanpa dia merasa bersalah atau tanpa aku merasa malu?
mengapa ini semua terjadi?..memang..memang.. memang ini salahku dari awal.. jika saja aku tak membawanya ke duniaku, ini tak kan seperti ini..
situasi saat ini pun masih membuat kau taknyaman.. bisakah kau bersabar sebentar dan sedikit lagi? karena acara ini akan berakhir, maka aku juga akan jarang bertemu denganmu lagi.. dengan begitu kau akan menjadi pria yang dulu aku kagumi..
aku lebih baik memilih melihat kau dari jauh dari pada melihatmu didepanku dengan penuh terpaksa.. itu sangat menyakitkanku.. sangat sakit..
akankah aku mendapatkan apa yang aku inginkan? sementara kau seperti ini?
terlebih saat ini sepertinya aku dan dirinya terlihat seperti “perang status” di jejaring sosial..

haiii pria yang sampai saat ini masih aku kagumi..
aku titip padamu jika kau membaca ini.. janganlah kau jatuh lagi..jika kau jatuh lagi, jangan tunjukkan muka seperti itu lagi..jika suatu saat nanti aku bertemu denganmu lagi, aku harap kau tersenyum tulus padaku meskipun pada saat itu kau sudah tau isi hatiku..
aku berharap kau mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dan bisa disampingmu terus menyemangatimu dan tanpa menyerah sedkitpun..
aku masih tetapmelihatmu dari kejauhan..aku harapkau baik2 saja besok dan seterusnya..
jika kau tiba2 teringat akan aku,aku akan selalu ada untukmu.. jangan sungkan2 berbicara padaku meskipun aku yang pasti akan sungkan dan canggung terhadapmu..
senyum semangatku..
aku berharap besar padamu untuk tak seperti saat ini lagi..
tetaplahmenjadi senyum semangatku yang setiap melihat atau mengingat sosokmu terus membuatku semangat..

sekian dan terimakasih sudah membuat hidupku berarti.. terimakasih sudah memberi kesempatan padaku untuk mengenal jauh dirimu..
terimakasih..

maaf membuatmu tidak nyaman..
aku paham itu..
jaga baik2 dirimu nanti dan jadilah pria kuat ^^

annyeong !! ^^

Jumat, 27 Juli 2012

Ingin Mengulang yang tenggelam

Kau katakan dengan penuh semangat,bahwa engkau tak pernah bisa melupakan. Meski sejenak saja melepas jejaknya yang pernah hadir, kamu tahu aku ingin melupakannya, keluhmu kuat. Tapi aku tak pernah bisa. Ia melekat. Erat.

Melihat senandungmu, seperti menyaksikan matahari tiba-tiba redup. Bukankah memang semacam itu yang kita sebut dengan kenangan dan nostalgia? Ia senantiasa berputar-putar dan menari seolah ingin berbisik; aku pernah hadir dalam hidupmu dan takkan pernah pergi dari hadapanmu. Aku akan senantiasa menguntit dan mengikuti kemanapun engkau pergi dan ingin lari.


Bukankah, memang begitulah yang namanya kenangan? Nostalgia? Kita selalu teringat, sebuah nuansa-nuansa romantis yang tak terlupakan.Bukankah, dalam kenangan, kita memang hanya mengingat-ingat sesuatu yang cukup dramatis, dari keindahan dan ketidakindahan sejarah saat-saat bersamanya?

Sesungguhnya, bukankah itu yang membikin sebuah kenangan menjadi begitu elok dan anggun? Kita ternyata tak sedang mengingat-ingat tentang dirinya. Ternyata yang kita ingat-ingat adalah kesan-kesan saat bersamanya.

Kita bukan mencintainya, tapi sebatas mencintai kebersamaan dan onggokan kesan-kesan yang tercipta, terekam?

Kita telah terpaut oleh segala peristiwa saat-saat bersamanya. Kita terpaut untuk segera mengulanginya kembali, kita merasa senantiasa merindukannya kembali terulang.

Ada rasa ingin kembali ada disana, menginginkan kenangan itu benar-benar masih terjadi
dan belum pergi.
 

enno's world Template by Ipietoon Cute Blog Design