Senin, 01 Juni 2009

Cinta : sebuah karya dari khalil gibran

Cinta :
sebuah karya dari khalil gibran


...kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?

ketika kita membayangkan?itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang

keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung

dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehanserupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,

seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,

tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,

melainkan suatu awal kehidupan baru,

kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan

mereka yang telah mencoba.

karena merekalah yang bisa menghargai betapa

pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupanmereka.



Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,

adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dankamu masih menunggunya dengan setia.



Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan

kamu masih bisa tersenyum dan berkata” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,

biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.

kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu matikamu tidak perlu mati bersama cinta itu.



Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka

yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah

bagaimana dalam perjalanan kehidupan.

kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri

dan menyadari bahwa penyesalan tidak

seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya

sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidupyang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku lupa ….”


menunggu selamanya ketika kamu berkata ”tunggu sebentar ”

tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku sendiri ”

mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”

mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,melainkan bagaimana kamu memaafkan.



Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.

bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa

yang kamu rasa,

bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkanbagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus

berhenti mencintai seseorang,
bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kitamenyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia

apabila kita melepaskannya. kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah

orang yang tak pernah menyatakan cinta

kepadamu, karena takut kau berpaling dan

memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan

menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kausadari


Minggu, 15 Maret 2009

Ayah....maafkan aku...




Ayah, sudah lama aku tak menengok dirimu.. Apa kabarmu? Bagaimana keadaanmu di sana??

Maaf, jika aku belum bisa menemanimu, meski ada segunung rindu yang sudah membeku di hatiku.. meski ada rasa ingin tahu apa yang sedang kau lakukan saat kau sendiri..

Ayah, sudah lama aku tak mengunjungi “rumah”mu.. Keadaan yang memaksaku, ayah..

Putrimu ini sedang berjuang memperbaiki hidup.. Putri yang dulu selalu kau sayang-sayang.. yang selalu kau jaga agar tak tersentuh kumbang liar..

Maafkan aku, Ayah.. bukan berarti aku melupakanmu..

Aku akan selalu mengirim “kebutuhan”mu.. aku akan terus berdoa buatmu..

ayahaku sedang jatuh cinta.....aku  ingin mmperkenalkannya   padamu jika  ku  singgah  dirumahmu  nanti pasti ayah tak akan kecewa dengan pilihanku...diabaik...sama denganmu yah.....

Maafkan aku, Ayah.. karena sebelum kau pergi aku belum sempat minta maaf padam

Ayah, tahukah kamu kalau aku begitu merindukanmu..

Saat hujan datang, aku khawatir kamu kedinginan di rumahmu..

Saat matahari memamerkan panasnya, aku takut kamu terbakar di rumahmu..
Ayah, apakah kamu baik-baik saja??

Bagaimana selama ini kamu makan?

Bagaimana selama ini kamu tidur??

Cukup lapangkah kamar itu buatmu berselonjor, Ayah???

Ayah, aku ingin tahu lebih jauh tentang keadaanmu..

Tapi aku tak bisa.. Aku hanya bisa mengirimmu doa dari sini..



Ayah, maafkan aku...

Karena sudah lama aku tak mencabuti rumput liar yang tumbuh di sekitar rumahmu...

*salam rindu ku buat Ayah selalu...

Kamis, 19 Februari 2009

Jalan hidupku

Kutulis sudah cerita hidupku,
Kusampaikan kepada yang kupercaya

Kujalani sudah episode kehidupanku, kupilih sudah jalan hidupku, sungguh hidup ini indahnya ternyata

Semua hanya tinggal sebentuk memori yang indah

Akankah semua menjadi sebuah sesal,setelah semua menjadi gelap...tiba..tiba..?.

TIDAK!!!.ternyata ada terang lagi

Ku takboleh kalah,

ku takboleh menyerah.

Perjalanan belum berakhir.

Masih kusisa segenggam asa,

masih kupanggul seikat harap,

masih kupegang sebentuk lentera.

Dengan slalu brucap syukur dan sebulat tekad,

kutapaki lagi sisa perjalanan ini sendiri.

Dalam gelap,sunyi dan dinginnya jalan yg tak tentu arah, hanya lentera jualah teman sejatiku.

Teman yg harus kujaga nyala sinarnya sepanjang jalan.menjagaku hangat&terjaga selalu.

Pandu aku dgn cahayamu,

Bimbingku menuju akhir perjalanan.

Akhir cerita episode kehidupan.

Letih,perih,pedih tak kan kurasa.

Bersamamu,ingin ku sampai ke sana,dgn seutas senyum bahagia,terukir di bibir yang terkulum.....

yg pucat & membeku.saat kututup buku kehidupanku,dgn sebuah akhir cerita bahagia.





Tuhan..Engkau telah memberiku guru yang pintar





Itulah sebabnya kutulis kisah hidupku, Engkau Maha Tahu





Agar tak terjebak lagi hidup ku dimasa mendatang





Karena ku dibalik berat ada ringan, dibalik susah ada kemudahan , dibalik kecewa ada harapan, habis gelap terbitlah terang dan kusongsong masa depan bersama yang kusayang dan kucinta


 

enno's world Template by Ipietoon Cute Blog Design