Tampilkan postingan dengan label tips si ennok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips si ennok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

Bagi tips Mau Ketemu Camer


Hehehe aku punya pengalaman nieh waktu aku dikenalin ke ortunya Irwan (#sudah mantan pacar) tp gak papa ya diceritaan lagi soalnya tadi padi ada temenku yang nanya ke aku. "Nok enaknya ke tempat camer itu bawa apa ya ?" n aku jawab sepengalaman aku aja...

dulu diwaktu semester 1 aku pernah dikenalin ke keluarganya irwan,sebelumnya aku juga nerveus banget takut kalo orang tuanya gak welcome ke aku, saat sehari sebelum dateng kerumahnya aku nyoba semua baju yang ada di lemari,belajar ngomong n senyum yang paling indah....hahahahaha konyol dah pokoknya...

sampek Irwan sms "gak usah gerogi ibuk ayah lo biasa ae,nek kamu lebay malah jadi aneh nanti .wis ndang tidur besok ku jemput dikos"dapet sms itu aku berusaha tenang...padahal gak tenang blas...takut aja...

terus saking takutnya aku tanya mbak - mbak kos yang uda pernah diajak ke rumah camernya yang intinya sepahamku ya kalo ketemu camer itu :

1. Memakai Baju Yang menarik, Tidak perlu yang mahal, Yang penting Sopan

Artinya,kamu harus jeli dan pintar mencium selera calmer, hindari celana jins sobek-sobek, dan kaos belel, apalagi tank top seronok yang mempertontonkan kemolekan si gunung kembar. Apalagi memakai rok mini yg memamerkan paha yg indah, mending pahanya indah, kalo korengan, makin ilfeel tuh si CALMER. Hindari juga kaos ketat, seksi, juga sepatu tumit supertinggi, soalnya kalo haknya terlalu tinggi bias-bisa kamu tijalikeh a.k.a keseleo akibat grogi . Ingat mbak yu, ini bukan waktu yang tepat untuk atraksi peragaan busana, sadarlah dandan terlalu berlebih itu tidak baik untuk pemandangan. 
Setdaknya buat yang pake jilbab pake lah baju yang gamis gt n kerudungan yang menurut syariat islam gak usah di gaya2 hijaber nanti malah ribet sama jilbab doang, Dan buat yg gak berjilbab perlu diperhatikan baik-baik, sisirlah rambut dengan rapi, bersihkan telinga dan kuku karena itu media penyebaran kuman penyakit (nah lo), dan sikatlah gigi supaya menimbulkan gigi yg bersih dan menawan hati, insya allah senyumnya akan semakin mempesona dengan tampilan gigi yg bersih. Intinya: tampil sederhana, bersih, rapi, dan agak sedikit konservatif.

2. Galilah info Sebanyak-Banyaknya

Sebelum Ketemu aku tanya - tanya dulu ke irwan tentang keluarganya, hal apa yang paling tidak disukai oleh ayah dan ibunya. Katanya Ibunya paling gak suka yang namanya makanan terlalu manis jadi kalo kesana kayaknya aku gak bakal bawain ibunya cake....

3. Mengambil hati

Berpacaran dengan seseorang yang berbeda budaya? Pada pertemuan pertama, suatu keharusan bagi kamu untuk melakukan apa yang dapat dilakukan untuk memperlihatkan bahwa kamu menghormati kebudayaan/tradisinya. Pelajari sebanyak mungkin tentang tradisi mereka, terutama apa yang harus kamu lakukan pada saat pertama kali bertemu. Apakah harus berjabat tangan, membungkukkan badan, mencium tangan, atau mencium pipi. Tanyakan pada pasangan, bagaimana bahasa aslinya bila ingin mengucapkan “Senang berkenalan dengan Ibu Bapak” dan “Apa kabar”. Ucapkan dengan benar dan baik dan hafalkan luar kepala.

4. Bersikap sopan

Artinya mengatakan “ya” dengan benar bukan ” he-eh”, serta tidak lupa mengatakan “terima kasih” ataupun “silakan” pada saat yang tepat. Jangan bersendawa atau menggerakkan tubuh dengan tidak/kurang sopan.
Duduk yang rapi dan bantu membersihkan piring/ gelas yang kotor bila kamu tahu mereka tidak mempunyai pembantu rumah tangga. Ingat, hal-hal kecil yang Anda lakukan dapat sangat membekas di hati calon mertua!

5. Sapaan tepat

Jangan membuat kesalahan dalam menyebutkan kata sapaan. Yang terbaik adalah dengan menanyakan kepada pasangan, kata sapaan yang baik, benar, serta yang disukai oleh kedua orang tuanya. Apakah mereka lebih suka dipanggil “Bapak/ibu”, “Om/Tante”, atau malah nama kecil jika mereka berasal dari negara asing.

6. Bawa sesuatu

Sebaiknya Anda tidak datang dengan tangan kosong. Bawalah buah tangan yang cukup sederhana tapi sarat makna. Hal ini tidak berarti Anda harus membawa sesuatu benda yang mahal dan mewah. Bila membawa sesuatu buatan sendiri semisal kue, maka nilai Anda akan bertambah di mata calon mertua.

7. Perlihatkan minat

Secara insting, setiap orang akan lebih menyukai orang lain bila mereka disukai. Tunjukkan sikap penuh perhatian, tertarik, dan waspada. Caranya? Perhatikan benar bahasa tubuh. Pada saat berbicara, tataplah mata calon mertua untuk memperlihatkan bahwa Anda memperhatikan apa yang diucapkannya, duduk yang baik (tidak terlalu kaku ataupun tegang dan juga tidak terlalu santai), dan beri anggukan pada saat yang tepat.
Jaga mata Anda untuk tidak jelalatan menatap ke seluruh ruangan. Jangan menghentakkan kaki, jangan bolak-balik melihat jam tangan, serta jangan duduk dengan kaki terbuka.


8. Hindari topik aneh dan tak sopan

Hindari topik-topik seperti masalah politik, agama, atau sesuatu yang kontroversial. Kecuali jika calon mertua memang ingin membicarakannya topik tersebut. Di sisi lain, bisa saja Anda “dites” oleh mereka. Oleh karena itu, jangan bicarakan bila Anda tidak tahu, calon mertua berada di pihak yang mana.
Selain itu, hindari juga senda gurau yang mengarah atau menyinggung pornografi, menceritakan dapur keluarga Anda, dan masalah yang sangat pribadi tentang diri Anda. Sabar, semua itu belum waktunya.


9. Bersikap sopan, manis, dan baik

Perlihatkan sikap ramah, sopan, dan tidak berlebihan pada calon mertua dan juga kepada saudara kandungnya, pembantu rumah tangganya. Sikap baik yang Anda perlihatkan ini mempunyai nilai tersendiri bagi orang tuanya.


10. Jangan dibuat-buat dan jangan berpura-pura

Jadilah diri Anda sendiri. Be Yourself gan. Jangan coba-coba untuk meniru sikap orang lain. Tampilkan kepribadian Anda dalam dosis yang sedikit dan hemat energi. Jaga nada suara. Jangan lupa pula duduk rapi dan baik.
Yang tak kalah penting adalah atur napas sedemikian rupa. tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan, ini salah satu cara untuk mengatasi grogi. Jangan cemas, semua orang yang ada di ruangan itu pun sama dengan Anda, yaitu sedang mengalami masa transisi.

N akhirnya dengan sran diatas saya berasil meluluh lantahkan perhatian dari keluarga SHOLIKUL HADI heheheehe

Sabtu, 23 Juni 2012

MOVE ON BRAY...

move on memang susah, tapi bukan berarti ga bisa dilakukan.
semua orang pasti pernah ngerasain yang namanya terjatuh dan terpuruk. apa yang lo lakuin biar lo ga terlalu larut dalam keterpurukan lo?? ga mungkin kan lo mau berdiam diri dengan keadaan lo itu? yang harus lo lakuin adalah LO HARUS MOVE ON. banyak banget temen-temen gw yang suka cerita ke gw tentang masalahnya dan rata-rata yang mereka alami kurang lebih hampir mirip dengan apa yang pernah gw alami, khususnya dalam masalah percintaan mereka. (maklum anak muda ga jauh-jauh dari masalah cintee) yang namanya ngerasain putus cinta..hmmm..

biasanya seakan dunia runtuh (sedikit drama.hahaha ) pas lo ngerasain yang namanya putus cinta, lo ngerasa bingung harus kaya gimana, ga tau mau ngelakuin apa, karena orang yang lo sayangi pergi dari kehidupan lo. urusan hidup lo kaya kuliah, waktu lo buat sama keluarga dan temen" lo,tugas-tugas lo semua tersita cuma karena masalah itu. apalagi kalo hubungan lo udah bertahun-tahun sama si doi. kebiasaan yag lo lakuin berdua sama dia, sekarang mungkin gak pernah akan ada lagi. dan parahya kalo hidup lo udah ketergantungan sama doi. itu yang buat lo untuk susah move on.


salah satu alasan kenapa susah move on yaitu "masih kebayang-bayang dan masih gak bisa ngilangin kebiasaan saat-saat lo masih bersama sama si doi" example : smsan dari lo bangun sampe lo tidur lagi, telepon-telepon disaat susah untuk ketemu, terus malem mingguan bareng si doi.. yah pokoknya kenangan" bersama doi terus fotonya masih mejeng di handphone lo atau ga dialbum facebook lo. nahh kebiasaan itulah yang suka membuat anak-anak muda jaman sekarang terserang penyakit yang bernama GALAU bersemayam diotak lo dikala malam datang.(gaya banget bahasa gw).

gw punya saran untuk anak muda yang lagi mengalami kondisi seperti diatas.
bukan bermaksud sok-sok nasehatin, tapi gw pernah ngerasain sikon kaya gini juga. jadi dari pada dipendem aja ilmu yang gw dapet dari berburu pas jaman-jaman gw masih terserang virus galau karena putus cinta.
  1.  positif thinking 
 

dengan lo gak berpikiran negatif kaya "aduh ntar kalo gw udah gak sama dia lagi siapa yang bakal nemenin gw smsan, siapa yang bakal ada buat gw kaya pacar gw itu, kalo gw kesepian siapa yang ada buat gw, gw bakal dapet pacar yang lebih baik ga yah dari dia, trus kalo dia udah punya pacar duluan terus gw belum gimana nih" fucklahh buat fikiran kaya gitu (astagfirullah nyebut nyebut) masih banyak pikiran yang lebiih penting dari mikirin hal-hal negatif yang malah bakal ngebuat lo gak bisa maju. 

mikir positif aja lagi,move on itu mudah lo canangkan dipikiran lo, jangan terlalu berfikir move itu SUSAH, memang awalnya sulit karena kita bakal ngerasa kehilangan dan kesepian tapi ada keluarga dan sahabat" kita. mikir aja kalo beban pikiran lo sekarang jadi berkurang. tadinya lo harus mikirin dan bagi waktu lo buat keluarga lo, pacar lo, kuliah, organisasi dan sahabat lo dan sekarang malah ilang satu. 

merekalah yang ngebuat move on itu jadi lebih mudah. yang lalu biarlah berlalu, karena hidup ada tiga masa, masa lalu, masa sekarang dan masa depan. kalo lo larut dalam masa lalu lo, lo gak akan ngedapetin kebahagiaan lo dimasa sekarang bahkan masa depan. emangnya mau masa depan lo suram gara-gara lo terpuruk karena masa lalu lo? gw sih ogahh. ada sih cara agak sesat dikit lo pikirin aja hal-hal buruk yang pernah mantan lo lakuin ke lo karena dengan cara itu lo bisa buka mata lo.tapi inget gak boleh dendam!!

2. Cari yang lain

Seengganya lo cari gebetan deh.karena dengan lo cari gebetan, lo bakal pelan-pelan lupa sama kenangan atau kebiasaan lo sama si mantan. karena pikiran lo udah gak fokus ke mantan lo lagi. lo bakal bisa bandingin mantan lo dengan gebetan lo, pastinya yang lo mau dapet gebetan yang lebih baik dari mantan lo itu, jadi lo bakal mikirin gimana dapetin tuh gebetan. emang agak pasaran banget nih cara, tapi ini cara yang ampuh kok (temen" gw pernah ngelakuin ini dan dijamin ampuh) tapi inget jangan jadiin gebetan lo itu sebagai pe-LARI-an (biar gak begitu miris bacanya).

3. Bergalaulah seperlunya.

Bergalau emang kadang buat waktu lo tersita, tapi ada makna dari galau itu. lo jadi bisa mikir apa yang harus lo lakuin.(itu bagi lo yang mau mikir) contoh : lo galau gara-gara mantan lo bisa have fun deket sama temen"nya atau malah sama mantan/gebetan barunya n ga mikirin perasaan lo yang sekarang padahal lagi bimbang gara-gara dia dan masih ngarep banget buat balikan. dari situ lo bisa memotivasi diri lo "aahhh mantan gw aja bisa kaya gitu kenapa gw engga, gw harus bisa have fun sama temen" gw juga dong gw juga harus bisa move on dan jangan mikirin dia lagi". terus misalnya lo nyesel gara-gara udah mutusin pacar lo, tapi kalo lo mau mikir rasa penyesalan itu gak akan ngerubah apa", cuma buang" tenaga, bikin cape batin. maka dari itu jadiin ucapan dan rasa penyesalan lo itu gak muncul lagi dihubungan lo yang selanjutnya. dan kalo lo mau nangis akibat galau lo itu, nangislahh sampe puas. tapi jangan lama-lama juga ntar mata lo copot lagi.. hari ini nangis tapi besok lo gak akan pernah nangis lagi. tujuan lo nangis kemarin biar lo lega toh nangis gak bayar kok dan ga dosa.


4. DON'T STALK HIM!!

ayoo ayoo ngaku siapa yang abis putus lo langsung stalk twitter, facebook, ym dan segala macemnya.. hahaha.. stalking emang susah untuk diilangin apalagi pas baru-baru putus. selalu mantengin semuanya. tapi inget katanya lo mau move on, kurangin stalking lo ke dia. misalnya lo sering matengin timeline twitter mantan lo atau check profile mantan lo itu sehari 5 kali, nahh lo kurangin deh tuh jadi 3x besok"nya lo kurangin lagi sehari sekali..lama-lama kan ilang deh tuh karena terbiasa. Menurut survei YourTango, 72 persen orang-orang sudah atau sedang mempertimbangkan untuk menghapus mantan dari daftar teman setelah putus dan 55 persen melaporkan bahwa membutuhkan berbulan-bulan untuk mengatasi patah hati. Dalam bulan-bulan tersebut, jalan terbaik untuk melupakan adalah menghapus dia dari daftar teman atau blok. Ya, benar.

5. Lepaskan bukan lupakan!

Kebanyakan orang kalo abis putus ngebet untuk ngelupain mantannya dan berusaha keras untuk ngelupain. padahal sih intinya jangan ngelupain. karena semakin lo bersi keras untuk ngelupain mantan lo, itu malah ngebuat lo semakin gak bisa ngelupain mantan lo. 1 kuncinya lo harus ikhlas ngelapasin mantan lo itu. tuhan tau kok yang terbaik buat lo, jodohpun gak akan kemana. kalo emanng dia itu untuk lo, dia bakal KEMBALI ke lo lagi. 


6. Perbaiki diri 

Perindahlah kepribadianmu supaya manusia-manusia yang lain ngelirik lo dan jadiin lo gebetan mereka. contohnya : lo jadi tambah cantik/ganteng dengan sekarang lo lebih memperhatikan penampilan lo, terus lo jadi rajin belajar, terus IP lo naik.perbaiki kekurangan lo pas jaman-jaman lo masih jadian sama mantan lo, itupun sekalian buat nunjukin kemantan lo kalo lo baik-baik aja. ciutt kan tuh jadinya hati mantan lo.hahaha.. 


inget orang yang baik akan ngedapetin pasangan yang baik pula.
nasi udah jadi bubur, gak bakal bubur itu jadi nasi kembali, sekarang tergantung lo, lo mau buat tuh bubur jadi basi karena lo gak bisa berbuat apa-apa aa lo bakal ngasih tuh bubur taburan ayam dan kerupuk biar jadi lebih enak. (Semoga ngerti yahh sama apa omongan gw diatas) 




SELAMAT BERMOVE ON RIA
sekian dan terima kasih..

Jumat, 22 Juni 2012

panggilan sayang,not for sale!!

Jangan menjadikan panggilan "sayang" sebagai mainan. karena beberapa orang punya perspesi yang berbeda tentang panggilan itu.

kata sayang?
jujur saya tipikal orang yang menganggap panggilan sayang itu sebagai sesuatu yang penting dan sangat istimewa.saya punya sudut pandang tersendiri dengan panggilan itu. pandangan yang menurut saya punya makna yang berbeda. biasanya saya mengucapkan panggilan sayang hanya kepada orang-orang yang bener-bener saya cintai. seperti keluarga saya dan pacar saya. just that! 

kalau kamu banyak mengumbar kata sayang dan kalau mereka tahu kau memanggil banyak orang dengan panggilan "sayang", sama saja kau menikam mereka dari belakang, tanpa sepengetahuan dia. dibenak saya dan pikiran saya dari dulu dan sekarang menjadi sebuah prinsip yang saya pegang untuk jadi pondasi hidup saya, saya hanya ingin jadi yang istimewa dengan suatu panggilan yang tidak kau umbar kesiapapun. menjadi yang istimewa karena kau juga menganggap itu sebuah sesuatu yang istimewa.:) jangan menjadikan panggilan "sayang" yang istimewa itu menjadi sesuatu yang DIOBRAL murah! 

apa kamu mau orang yang kamu sayangi mengobral murah panggilan-panggilan sayang dia ke orang lain, pasti jawabanmu "saya tidak mau", "saya tidak rela" dan bla..bla..blaa.. jadi buat apa kamu mengobral panggilan "sayang" mu? jika alasanmu "ahh yang orang lain juga sangat banyak yang seperti saya" dan saya cuma bisa mengatakan "Lalu, kau ingin mengikuti jejak mereka? Dengan menambah jumlah orang yang sakit hati di dunia hanya karena kau memanggil mereka dengan panggilan "sayang"?" 
dan entah mengapa saya sangat BENCI dengan orang yang sudah memiliki pasangan, dia gampang memanggil panggilan "sayang" ke yang lain. walaupun orang lain itu hanya satu. terlalu MURAHAN orang yang seperti itu. ada orang yang sangat mencintainya, yang mengharapkan kata "sayang" itu hanya tertuju kepadanya dan orang yang telah mempertahankan hubungannya mungkin sampai saat ini, dialah pasanganmu. mungkin sekarang kau bisa menikmati rasa indahnya memanggil orang lain dengan kata sayangmu dan dipanggil oleh orang lain kata "sayang" itu. tapi entah itu besok,lusa atau kapanpun itu kau mungkin akan mengerti dengan semuanya, hingga kau benar-benar harus kehilangan dia, pasanganmu. 

Panggilan "sayang" itu cukup untuk satu orang,satu orang yang menurutmu bener-bener kau tempatkan dihatimu, dengan begitu dia merasa dicintai dan dihargai.

Kamis, 21 Juni 2012

Tips Menulis Kisah Berdasarkan Pengalaman


Pengalaman sebagai modal dalam menulis
Setelah menemukan tema mulailah mencari ide yang menarik
Ide yang dipilih akan menjadi benang merah dalam buku
Pastikan menulis naskah yang menggoda pembaca
Bandingkan naskah yang direncanakan dengan buku sejenis yang beredar di pasaran
Buat outline
Saring pengalaman pribadi
Pilih sudut pandang yang tepat
Memulai tulisan dengan bagian yang paling menarik
Berikan suspense dan klimaks
Gunakan sub judul untuk menjeda tulisan, agar tidak monoton dan lebih fokus
Selipkan dialog
Untuk kumpulan kisah, pastikan untuk menuliskannya dengan variatif
Hindari memberikan pesan yang terlalu verbal pada pembaca
Personalisasi naskah
Sentuhan khusus setelah selesai
Pilih judul yang menarik perhatian

Sabtu, 03 Maret 2012

Ketika hati resah derita jiwa yang tak kunjung sirna









Sering resah, gelisah, jenuh, tak menentu? Bingung mengatasi persoalan? Masalah tak tahu pemecahannya? Sudah sabar, pasrah, berdo’a, shalat tahajud, banyak dzikir dll tapi persoalan tak hilang-hilang?Jawabanya, salah cara mengatasinya! Bacalah ini, Insya Allah membantu!!
Penderitaan jiwa, berat maupun ringan, sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia di zaman modern ini. Sadar atau tak sadar, banyak orang merasakan penderitaan dan rintihan dalam batinnya. Terhibur dalam keramaian tapi gelisah dalam kesunyian.
Tertawa bersama teman, menjerit dalam kesendirian. Menemukan orang yang tepat untuk curhat sulit, orang tua tidak mengerti, kawan dekat tak bisa memberi solusi. Posisi lumayan tinggi tapi orang tak tahu isi hati. Kedudukan cukup terhormat tapi orang tidak tahu hati melarat. Jabatan terpandang tapi orang tak tahu hati meradang. Uang banyak dan ekonomi berlimpah tapi orang tidak tahu hidup selalu resah dan gelisah. Problem ini dirasakan termasuk oleh orang-orang yang taat menjalankan kehidupan agamanya sehari-hari. Dalam keramaian seperti tak ada masalah, ceria, riang dan gembira, tapi dalam kesendirian dan kesunyian, batinnya menjerit karena masalah tak hilang-hilang, beban perasaan terasa berat, stres oleh pekerjaan yang menumpuk, jodoh tak kunjung datang, uang dan materi berlimpah tapi tak ada ketenangan hidup, makanan di rumah tak pernah kekurangan tapi tak ada kenikmatan. Bingung serasa hampir memecahkan kepala, tak tahu harus bagaimana dan harus kemana. Akhirnya, tak betah di rumah, asing dengan diri sendiri, semua orang dianggap tak mengerti, hidup serasa tak bermakna. Kebahagiaan tak tahu entah dimana.


Untuk mengatasi masalah-masalah seperti ini, umumnya orang melakukan tiga berikut ini: Pertama, refresing dalam berbagai bentuknya seperti rekreasi, hiburan, nonton, olah raga, jalan-jalan, kumpul-kumpul, nongkrong di café, belanja menghabiskan waktu dan uang. Kedua, menyibukkan diri dalam berbagai aktifitas yang diharapkan bisa melupakan problem-problem hidupnya untuk sementara. Ketiga, menghukum dirinya sendiri dengan duduk berjam-jam depan komputer menghabiskan waktu dengan main game seharian, chatting semalaman mencari orang yang bisa menghibur, atau yang paling populer sekarang, fesbukan. Ditulislah status-status yang berisi kalimat-kalimat indah, puisi atau curhat yang mengkespresikan penderitaan jiwa yang sedang dialaminya: tentang kehampaan hidup, ketiadaan cinta, kesendirian, kekecewaan dan lain-lain. Seperti menggelisahkan kehidupan padahal sedang menggelisahkan dirinya sendiri. Dengan cara-cara itu ia berharap penderitaannya akan berkurang atau hilang. Tapi kenyataan tidak, masalah tetap saja muncul dan muncul lagi. Mengatasi penderitaan jiwa kepada aktivitas-aktivitas hiburan seperti itu karena kebingungannya harus bagaimana dan harus melakukan apa. Masalah tetap saja lestari. Akhirnya, mencari hiburan adalah tindakan yang salah kaprah. Yang menderitanya jiwa tapi yang diobatinya fisik. Sumber masalahnya dalam batin, tapi yang dilakukan tindakan-tindakan lahir. Yang merasakannya hati tapi jawabannya adalah fikiran atau tindakan-tindakan rasional. Ibaratnya, motor rusak dibawa ke puskesmas, sakit gigi datang ke bengkel, demam pergi ke tukang jahit. Akhirnya, masalah tidak hilang-hilang!

Mengatasi penderitaan jiwa dengan bentuk-bentuk hiburan tidak akan menyelesaikan apa yang sedang kita rasakan. Yang kita dapatkan dari hiburan hanyalah kegembiraan atau kesenangan sesaat yang ketika pulang ke rumah atau kembali pada kesendirian, derita-derita itu datang lagi. Begitulah seterusnya. Karena sudah menjadi sistem kesadaran yang berlangsung lama, akhirnya penderitaan muncul terus-menerus. Di hadapan orang, mungkin penderitaan itu bisa kita sembunyikan, kita seolah biasa-biasa saja, tapi hati tidak bisa dipungkiri apalagi saat-saat menyendiri. Derita-derita itu sungguh sangat menyiksa.

Tidak Tepat Terapi

Salah terapi membuat masalah tidak sembuh-sembuh sehingga penderitaan datang terus-menerus. Setiap masalah yang dialami manusia ada sebab dan akar-akarnya sendiri. Karena itu, proses penyembuhannya pun berbeda satu sama lain. Penyembuhan dengan pendekatan agama secara umum, misalnya dengan memperbanyak dzikir, shalat sunat atau sabar dan tawakkal tidak akan menyelesaikan masalah karena itu semua tidak mengungkap akar-akar masalahya. Ibaratnya, harusnya datang ke dokter spesialis tapi kita datang ke dokter umum.

Mengatasi kesulitan hidup yang memproduksi keluhan-keluhan jiwa bukan dengan sabar dan tawakal atau dengan wirid/dzikir sekian ribu kali, istikharah, puasa senin-kamis, tahajjud atau baca asma ul-husna dengan bilangan tertentu.

Semua praktek itu untuk menenangkan jiwa bukan untuk menyelesaikan masalah. Banyak mengingat Allah dengan berdzikir itu untuk menenangkan hati: “Ala bidzikrillahi tathma’innul qulub” (Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang), bukan untuk membereskan masalah hingga selesai dan tidak muncul lagi. Buktinya, banyak orang rajin berdzikir tapi mental buruknya tetap saja tidak hilang, banyak orang shalatnya rajin tapi ketika mengejar keinginan tetap saja menghalalkan segala cara, banyak orang sabar dan tawakkal tetap saja jodohnya tidak datang, orang rajin puasa sunat tapi tetap saja kesadaran hidupnya rendah. Bukan ritual agamanya yang salah, tapi antara masalah dengan penyelesaian tidak nyambung, bukan ibadah yang salah, tapi pengobatan tidak tepat.

Shalat sunat, puasa sunat atau dzikir adalah ibadah tambahan untuk melengkapi atau menyempurnakan ibadah-ibadah wajib yang banyak kekurangannya atau yang kita kerjakan tidak maksimal. Ibadah-ibadah sunah itu kita laksanakan sebagai ketaatan pada nabi untuk mencontoh perilaku dan kebiasaan beliau sebagai teladan yang baik(uswatun hasanah). Kalau pun berdampak pada berkurangnya beban masalah atau kesembuhan penyakit, itu karena kasih sayang Allah saja, bukan oleh ibadah-ibadah itu, dan bukan untuk tujuan menyelesaikan masalah kita beridabah kepada Tuhan.

Bagaimana Mengatasi Masalah yang Tepat?

Ketika penderitaan-penderitaan jiwa menghimpit seseorang pengobatannya bukan dengan memperbanyak dzikir, wirid atau membaca asma ul-husna, apalagi refreshing ke tempat-tempat hiburan. Yang seharusnya dilakukan adalah banyak merenung mencari sebabnya, menghisab diri (introspeksi) atas semua kesalahan, dosa, pembangkangan dan pelanggaran-pelanggaran agama yang pernah dilakukan. Tapi, ini agak sulit. Tidak mudah orang menemukan dan menyadari kesalahan-kesalahannya sendiri. Maka, cara yang benar adalah carilah orang yang bisa memberikan nasehat!! Tanyakanlah mengapa masalah demi masalah datang tak habis-habisnya, kemudian duduk, diam dan dengarkan orang yang menasehati kita.

Orang yang diminta nasehat harus orang yang tepat: yang bersih hatinya, lurus hidupnya, jernih pandangannya, taat agamanya, satu kata antara hati dan perbuatannya, bisa menguasai hawa nafsunya dan tidak mencintai dunia. Dan yang penting dicatat, bukan orang (termasuk kiayi atau ahli hikmah) yang memberikan resep-resep instan agar masalah cepat selsesai, tapi yang bisa menguraikan kesalahan-kesalahan kita, membeberkan kelemahan dan kekurangan kita, yang menunjukkan keburukan-keburukan kita, yang semua menjadi penyebab yang tidak disadari (hijab ruhani) munculnya penyakit-penyakit dalam diri kita, lahir maupun batin.

Mencari orang seperti itu tidak susah bila ada kemauan. Malas atau membayangkan sulit mencarinya adalah penghalang pertama dari kesembuhan. Cara untuk menemukan orang seperti itu adalah dengan menghidupkan kepekaan hati atau qalbu kita: siapakah dalam lingkungan pergaulan kita, atau yang pernah kita kenal atau kita dengar memiliki atau paling dekat dengan sifat-sifat yang disebutkan di atas. Kuburkanlah status sosial kita saat mencari orang seperti itu, jauhkanlah kesombongan karena kebenaran tak ditemukan melalui gengsi dan keangkuhan. Semakin mampu kita menguburkan egosime dan kesombongan, semakin rendah memandang diri sendiri, semakin merasa diri penuh dengan kelemahan dan kekurangan bahkan kehinaan, Insya Allah, “antena” kita makin kuat untuk menangkap sinyal dimana orang yang layak memberikan nasehat itu berada. Dan itu tak selalu berhubungan dengan ketenaran, usia, sebutan kiayi, ustadz dan sebagainya.

Bila sudah menemukannya, datangi lalu pintalah nasehatnya. Tanyakanlah mengapa kita selalu banyak masalah. Tanyakanlah mengapa kita terpuruk, mengapa kita jatuh, mengapa kita stres, mengapa kita tidak dihormati orang, mengapa sulit mencari jodoh, mengapa anak-anak di rumah tidak hormat dan sulit diatur dst. Tanyakanlah kesalahan dan keburukan apa yang kita lakukan. Ketika nasehat diberikan, praktekkanlah rumus 3D: duduk, diam, dengarkan!Hanya itu yang patut kita lakukan saat mendengarkan nasehat. Janganlah pernah membantah nasehat dengan penjelasan dan kata-kata, dengan pikiran, dengan argumen, bela diri dan apologi. Bila itu ditunjukkan, itulah penghalang kedua dari kesembuhan.

Penyakit umum kita adalah membantah nasehat dan banyak menjelaskan. Buanglah jauh-jauh kedua sifat itu. Argumen dan penjelasan diperlukan dalam kegiatan diskusi bukan saat menerima nasehat. Salah satu problem akut manusia modern adalah sulitnya menundukkan hati untuk mendengarkan nasehat dengan rendah hati, tawadhu dan pengakuan kesalahan. Bila rumus 3D itu dijalankan, Insya Allah, jawaban dari persoalan-persoalan hidup yang kita rasakan akan berkurang kemudian hilang. Mengapa? Karena kita melakukan secara tepat tiga hal: benar memahami masalah diri, benar kemana kita harus datang, dan benar apa yang harus kita lakukan. Tepat identifikasi masalah, tepat cara/metoda dan tepat langkah, pasti akan mendatangkan tepat hasil.[] Wallahu’alam!

Harusnya Kamu Bisa Baca Pikiranku Aku Kangen Kamu A....


Rasanya bertepuk sebelah tangan itu semacam merindukan seseorang, tapi tidak bisa kamu tumpahkan perasaan itu kepadanya, hanya bisa terakumulasi di dalam hati, yang suatu saat pasti akan tumpah lewat air mata karena orang lain dengan mudah dapat mengatakan padanya.




"Pertama kali aku merasa... rindu ini begitu menyiksa... bila malam tlah datang... ingin aku tulis semua.... perasaanku... kata orang rindu itu indah, tapi bagiku ini menyiksa.... "
(Melly Goeslow)



Kangen bisa dikatakan bagai seonggok makhluk iseng, abstrak, bermuka dua, namun penuh aroma. Nah lho.... kebayang gak tuh ketemu makhluk kayak gini ?

Dikatakan iseng karena dia suka menyelinap dan bermimikri ke perasaan kita tanpa di undang dan diduga-duga. Jadi, kangen gak jauh beda sama jelangkung : "datang tak dijemput pulang diongkosin". Selain itu dengan keisengannya pula, dia berani langsung mengobrak-abrik benteng pertahanan hati kita. Makanya gak aneh saat kangen sudah sampai titik klimaks banyak tanda yang melewati wajah. Mulai dari percikan air mata sampai setitik jerawat.

Abstrak... karena sampai sekarang belum pernah lihat wujudnya tuh. Kangen itu kayak apa rupa dan bentuknya ? Seabstrak-abstraknya angin aja masih bisa keliatan kalo di kerok (hehehe)... Kalo kangen gimana cara untuk mengkonkritkannya ya ???? Ada yang tahu ???

Bermuka dua... konotasinya negatif banget gak sih ??? tapi emang begitu sih. Coba aja diingat saat-saat kangen melanda. Satu sisi merasa indah banget, tapi sisi yang lain menyiksa banget (seperti kata melly). Tapi yang jelas kangen bisa membuat kita rajin mendadak. Maksudnya, rajin untuk mengingat-ingat segala hal yang telah dirasa dan dilampaui bersama. Yang terkadang efek dari mengingat itu bisa bikin nyengir sendiri. Ya... indah... betapa indah... saat mengingat lintasan kebersamaan, apalagi ditambah dengan media foto digenggaman. Duhhh... kangen... emang indah banget deh ah...

Eits, jangan lupa seperti yang tadi dah dibilang, kangen itu bermuka dua. Kala kangen sudah sampai ambang batas dan sudah terklimakskan untuk dilampiaskan, maka kalo gak kuat-kuat iman bisa buat ancur dunia persilatan. Karena pada saat itu setan-setan dah pada bejubel ngelilingin kita dan ngantri buat ngebisikin hal-hal terlarang sebagai wujud sebuah pelampiasan. Tapi, kalo pelampiasannya masih sebatas telepon, ngechat bareng (tapi ngechat yang ini bukan di tembok ya...), janji ketemuan... wajarlah. Asal jangan sampai rindu terhempas dokter bertindak (secara gak boleh ke dukun gitu loh...)... Kok kangen ujung-ujungnya jadi ke dokter ???? ntu tadi karena tidak terlampiaskan jadi stres sendiri terus akhirnya psikosomatis dan akhirnya the die.... ampun dah.... sampe segitu ekstremnya.... (lebay...)

Penuh aroma.... kangen emang sejuta rasanya kayak jatuh cinta. Kepengennya segera ketemu, bercerita, dan berpelukan (kalo ini dengan catatan harus semuhrim), bahkan terkadang sambil jingkrak-jingkrak kesenangan... walaupun ketemunya juga cuma sebentar.... tapi ploooonggg rasanya.... ya, kalo mau diilustrasikan leganya kayak abis makan permen mint gitu... lega dan semriwing... Dan karena saking penuh dengan aroma, kita sampai bingung kala harus diminta mendeskripsikan makna, sasaran/target, dan tujuan dari rindu kita secara jelas. Abis malu ngomongnya.... hehehe

Seharusnya sebelum nulis ini saya melampiaskan rindu saya dulu. Secara hari ini belum kesempetan buat lihat, denger, dan cerita-cerita dengannya. Jadi, harusnya saya langsung aja nelpon trus langsung teriak "Mas.... aku kangen... i miss u... i'm gonna miss u... "



|| Buat mas Adit... kangennnn... buat mas2 yang lain sabar ya buat nerima uluran kangen dari saya.... hehehehe ||

Rabu, 15 Februari 2012

Tanda-Tanda Anda Berjodoh Dengan Dia

Dua manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan emosional, spiritual dan fisik antara keduanya. Hanya dengan menatap matanya, kita akan merasakan getaran dan seolah ingin terus bersamanya. Benarkah seperti itu? Lalu, apakah ada penanda lainnya agar seseorang bisa merasakan bahwa si dia jodoh kita atau bukan? Nah, agar Anda tak terus penasaran. Silahkan baca di bawah ini apa saja tanda-tanda kalau anda itu berjodoh dengan dia.





berikut Tanda-Tandanya:


1. Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain.Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut?Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!


2. Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.


3. Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…


4. Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya,setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.


5. Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun.Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit………Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya…




6. Pertanda 6


Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya..Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..


7. Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.


8. Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!








Pesan:
Tapi semua itu tergantung ya, karena Cuma Allah SWT sang pencipta yang bisa memenuhi segala harapan dan impian kita. Kalau Allah SWT menghendaki, ya Why not? ya gak?…
Semoga Bermanfaat….
 

enno's world Template by Ipietoon Cute Blog Design