Tampilkan postingan dengan label just wanna say it. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just wanna say it. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

Mengejar Mimpi = Mengejar Kebahagiaan

Apa sih tujuan hidup kita?

Konon, ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh sebagian besar masyarakat dunia. Kita seringkali bingung dan nggak ngerti apa tujuan kita berada di planet ini.


Ada yang bilang mencari kebahagiaan, ada yang bilang menghasilkan uang, ada yang bilang mengejar impian. Yeahh.. emang bener sih.. tapi hanya sedemikian sederhanakah? Apa hidup hanya sebatas bahagia, punya duit dan mengejar mimpi? Trus, kalo udah bahagia, kaya dan sukses tapi nafasnya megap-megap di rumah sakit gimana? Atau bahagia, kaya dan sukses tapi dikejar-kejar polisi karena menggelapkan uang, gimana?

Okay.. aku percaya tiap kita terlahir ke dunia ini dengan tujuan hidup yang berbeda. Bukan sekedar nyari duit kayak mottonya sebagian besar orang, tapi ada sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih mulia bahkan dari hidup kita sendiri. Sedih aja kalo kita sampe bertujuan hidup hanya untuk menghasilkan uang. Duh.. money oriented banget sihh.. tar begitu duitnya habis entah ke mana, nelangsa deh yang ada..

Menurut seorang pakar (aku gak tau dia pakar apa), kita harus mengukur apa yang kita lakukan dalam hidup dengan standar kebahagiaan kita sendiri, karena standar kita itu berbeda dengan orang lain. Maksudnya gini. Ada orang yang bisa menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sebulan, tapi belum bahagia. Sementara, ada orang-orang yang hanya berpenghasilan satu juta, tapi udah puas. Yang gajinya gede, bisa jadi akar permasalahannya bukan pada banyaknya gaji, tapi kekurangan akan sesuatu yang belum dimilikinya. Kalo kita merasa belum puas dengan apa yang kita miliki (mungkin maksudnya yang kita bisa ubah..), maka kita harus memperjuangkannya. Sementara kalo kita udah puas, ya udah.. walaupun standarnya jauh di bawah standar orang lain, kita bisa tetap bahagia kaan, karena standar yang kita pergunakan adalah standar pribadi kita sendiri..

Jika ditanyakan kepadaku (inilah asyiknya punya blog, walaupun gak ada yang nanya, kita tetap berhak untuk memberikan pendapat) apa arti kebahagiaan.. mungkin aku gak akan menyebutkan uang/ harta/ kepemilikan sebagai yang utama. Bagiku yang terpenting adalah kepuasan batin. Jika kita puas karena berhasil mencapai sesuatu, kita melakukan apa yang telah Tuhan taruh sebagai bakat/ potensi/ passion dalam diri kita, maka uang akan datang dengan sendirinya. Tapi kalo kita cuma bertujuan menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, kita nggak akan pernah berkontribusi pada hal-hal lain di luar diri kita. Kita nggak akan mengetahui bahwa ada hal-hal lain yang lebih besar dari diri kita dan segala persoalannya..

Lalu, kenapa banyak orang gak berhasil mengejar kebahagiaan?

Alasan utamanya : karena takut. Takut nggak mampu/ takut mencoba, takut kekurangan waktu/ merasa sudah terlambat, takut kata orang, takut gagal, takut sukses/ takut dikucilkan, takut berkomitmen, takut akan hari kiamat, takut akan hal-hal yang belum jelas.. banyak hal! Padahal, rasa takut seringkali lebih besar dari apa yang ditakuti. Sebenernya sih nggak jelas apa yang akan terjadi, tapi karena udah keburu takut, jadi gak maju-maju deh. Seharusnya, karena kita belum pasti dengan apa yang ada di depan kita, kita punya iman dan keteguhan yang jelas untuk mewujudkan mimpi dan harapan kita kaan..

Konon, bagi wanita, ada yang dinamakan dengan krisis perempat baya.. pada umur segini, baru akan terasa deh kegalauan dan kebingungan dalam pemikiran-pemikiran tentang kehidupan! Aku adalah contoh yang jelas. Suatu hari dalam hidupku, ketika aku berumur 20 th, aku tiba-tiba terbangun dan menyadari bahwa aku belum melakukan sesuatu yang cukup berarti dalam hidup. Dari situlah petualangan sesungguhnya dalam hidupku dimulai..

Yeah.. sejujurnya, selama ini aku tuh tipe orang yang terlalu takut akan kata orang. Aku dibesarkan dalam lingkungan yang penuh tekanan dan harus selalu pasang antena tinggi-tinggi terhadap ‘kata orang’. Itu sebabnya banyak orang bilang aku jaim setengah mati. Memang, aku gak menampik. It’s me at all. Aku tumbuh dengan ide bahwa untuk survive dalam hidup kita mesti jaim. Padahal, sesudah tumbuh dewasa baru aku berpikir. Ngapain mesti jaim? Capek. Kenapa aku gak boleh jadi diri sendiri dan mengemukakan pendapat-pendapatku? Kenapa mesti ada benar dan salah? Kenapa kita harus memperjuangkan pembenaran atas diri sendiri? Kamu boleh ngomong apapun yang benar versi kamu, tapi bukan berarti itu mengubah kenyataan bahwa saya pun benar, menurut versi saya. Hoho, this is my motto now. Sekarang, tutup kuping deh. Capek denger omongan orang. Sebagaimana aku membiarkan orang lain jadi diri mereka sendiri dan tidak menuntut apapun, aku berharap aku pun dibiarkan menjadi diriku sendiri dan bebas mengekspresikan diri dong.. Yes, I’m worth it. Really, really worth it!!

Jika kita mengejar kebahagiaan yang sesuai dengan standar kita sendiri, mungkin dunia akan jadi lebih indah. Kebanyakan orang mengejar kebahagiaan dengan standar orang lain atau standar yang media ciptakan. Yaahh.. mana bisa puaslah kalo gitu? Toh tiap saat kita dijejali dengan iklan, produk dan inovasi yang terus menggempur kita dari segala penjuru.. Bisa habis duit, tenaga dan waktu kita kalo mo terus ngikutin perkembangannya..

Aku berharap, tiap kita bisa mengenali diri kita sendiri lebih baik. Menganalisa diri sendiri : ingat prinsip SWOT (strength, weaknessess, opportunities and threats) kaan? Tulis deh impian-impianmu dan apa yang akan kamu lakukan dalam hidupmu (Thomas Edison menuliskan banyak hal dan mencapai hampir semuanya!). Jangan pernah takut untuk bermimpi. Dan jadilah dirimu sendiri..

Selasa, 21 Agustus 2012

Lebaran yang Menguasai



Lebaran tahun ini sangat berkesan bagiku, banyak pelajaran berharga yang aku dapatkan. Berawal dari perjalanan kami ke tempat sodara-sodara yang banyak belum aku kenal. Bertempat di sebuah desa di jawa tengah.

Matahari tampak malu-malu bersinar karena hari masih begitu pagi. Aku berjalan di sebuah pematang sawah, udaranya begitu segar tidak seperti di kotaku yang penuh dengan polusi. Aku berhenti duduk di pematang itu, memperhatikan seorang bapak yang lagi bekerja. Tampak sesekali sang bapak menyeka keringatnya. Rupanya sang bapak tau kalau sedang aku perhatikan, dia menghampiri aku.

“Adik bukan dari sini ya?” Tanya bapak itu padaku. Aku menjelaskan kalau aku sedang mengunjungi keluarga di sini. Aku tanya pada bapak itu, kenapa lebaran masih saja bekerja. Bapak bilang karena badannya akan terasa pegal-pegal kalau tidak digunakan untuk bekerja. Wah semangat bekerjanya tinggi sekali. Aku berlalu meninggalkan bapak itu karena takut mengganggu pekerjaannya.

Aku kembali ke tempat sodaraku itu, rupanya mereka lagi sibuk bikin ketupat, ternyata orang di sini masih menjunjung tinggi sikap gotong royong lho. Tidak seperti di kotaku yang orangnya sangat individualis. Banyak sekali tetangga yang membantu bikin ketupat. Ternyata mereka itu bikin ketupat tidak bersamaan dengan hari lebaran yang pertama . Mereka juga bikinnya bergantian dan saling bantu gitu. Akhirnya aku juga ikut belajar bikin ketupat. Mengayam ketupat itu gampang-gampang susah, tapi aku berhasil juga bikin ketupat, bahkan tidak hanya satu model saja , ada beberapa model ketupat dan aku bisa semua yang mereka ajarkan.

Mamaku tampak tersenyum bahagia melihat aku tampak begitu bersemangat. Kalau saja aku tidak diajak kesini tentu aku tak akan bisa bikin ketupat. Oh ya ternyata setelah ketupat jadi mereka membagikannya kepada tetangga sebelah dan kerabat-kerabat yang lain. Demikian juga sebaliknya . Wah sungguh indah sekali hidup di sini. Kekerabatan yang sangat kental begitu terasa. Saling bantu, saling berbagi, tatapan yang sangat bersahabat begitu damai di hati.

Sayang sekali aku tak bisa berlama-lama disini karena harus mengunjungi sodara yang lain. Padahal aku merasa nyaman tinggal disini. Penghuninya ramah-ramah. Andai saja dikotaku orangnya seperti disini tentu hidup jadi lebih indah. Ternyata persaudaraan itu sangat menyenangkan, maka carilah sodara sebanyak-banyaknya. Silaturahmi yang tetap terjaga akan membuat persaudaraan lebih dekat lagi.

Kini kepenuhi janjiku kalau lebaran kali ini aku akan banyak tersenyum, banyak sekali kejadian yang indah di lebaran tahun ini. Akankah tahun depan aku bisa merasakannya lagi ya.., ah cuma waktu yang bisa menjawabnya.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Ternyata



Ternyata..

Bener kata Abraham Maslow bahwa perasaan ingin diterima dan diakui sebagaimana adanya kita itu merupakan kebutuhan yang hakiki dalam diri tiap manusia. Kita suka melupakan hal ini. Kita lebih cenderung untuk menilai orang berdasarkan apa yang mereka perbuat. Padahal, kita seringkali nggak tahu apa-apa tentang orang itu.

Pernah suatu kali dalam wawancara di Oprah Show, seorang ibu yang suaminya dituduh memerkosa anaknya sendiri (bukan ayah kandung anak itu) bilang gini sama Oprah ‘Kamu tidak berhak menilaiku karena kamu tidak tahu dan tidak mengalami apa yang kualami..’. Aku tadinya nggak ngerti maksud perkataan itu. ‘Nggak berhak menilai gimana?? Wong udah jelas kamu salah. Sudah jelas suamimu salah. Kenapa kami nggak berhak menilaimu??’ Begitulah kira-kira kalo aku jadi Oprah.. Tapi lama-lama aku baru menyadari maksud yang sebenarnya.

Kita gampang sekali tergoda untuk menilai atau menghakimi orang lain. Kita melihat perbuatan orang dan berkomentar. Kita denger berita tentang seseorang dan menyampaikan pendapat kita. Padahal, kita sama sekali nggak tahu apa-apa tentang orang itu. Bahkan, menurut penulis buku ‘Rahasia Kekuatan Bujukan’, kita bisa saja menghabiskan 75 tahun hidup bersama dengan seseorang dan tak mengetahui apa-apa tentang orang tersebut!

Weleh.. weleh.. Ini mungkin terlalu ekstrem. Tapi nyata. Jangankan orang lain, diri kita sendiri aja kadang kita nggak kenal.. Makanya buku self-help, motivasi, pengembangan diri dsb laris manis di pasaran kaan.. Kalo tiap orang mengenal dirinya dengan baik, kayaknya buku-buku tersebut nggak bakalan selaris itu deh..

Aku seringkali melihat juga kecenderungan ini dalam diriku. Ngeliat orang gini, sibuk ikut ngasih opini. Ngeliat orang digossipin, ikut sibuk berkomentar, padahal sih gak ada yang nanyain pendapatku.. hehe. Tapi gimana ya, kayaknya seneng aja ikut rame..

Setelah mengalami sendiri segala sesuatu yang sensasional, fantastis, bombastis, spektakuler, dahsyat, mutakhir dan terpercaya seperti Bukan Berita Bukan Empat Mata, baru deh aku ngeh dengan kata-kata si ibu yang di Oprah Show tadi.. Yup! Kita nggak berhak menilai dan menghakimi orang hanya karena kita melihat perbuatannya. Toh kita nggak tahu apa motivasinya, latar belakangnya, kebutuhan-kebutuhannya, dsb. Kita juga tidak pernah menjalani hidup seperti yang dia jalani. Jadi, kita memang tidak berhak! Tapi yah.. gimana sih, sifat dasar manusia..

Kadang aku juga gerah dengan segala tuntutan masyarakat ketimuran yang kebanyakan ‘nggak enak’ itu. (Mungkin kurang bumbu penyedap kali yee..). Kita seringkali jadi terpaksa melakukan ini dan itu karena perasaan nggak enak. Kadang, orang suka kalo kita nrimo dan ‘melakukan segala sesuatu seperti yang telah ditentukan’ bagi kita. Padahal, nggak jarang dengan melakukannya kita jadi mengesampingkan nilai-nilai dan hakekat hidup kita yang sebenarnya. Coba pikir, hanya karena ‘nggak enak’, berapa kali kita sudah korban perasaan? Berapa banyak kali kita melupakan tujuan kita yang sebenarnya? Duuh.. pusing amat sih perasaan ‘nggak enak’ ini!!!

Bukan sok western, tapi aku suka aja dengan filosofi orang barat yang straight, nggak urusan, menjunjung tinggi individualisme, dan liberal. Bukan menyangkali kodrat kita sebagai makhluk sosial, tapi nggak enak banget kan kalo segala sesuatunya harus diselesaikan keroyokan? Kenapa sih kita nggak bisa membiarkan orang lain menjadi dirinya sendiri dan menerimanya apa adanya tanpa menuntutnya menjadi seperti yang kita harapkan, atau mengkritik kekurangannya, atau menilai performanya seakan kita sendiri mampu melakukannya lebih baik daripadanya? Siapalah kita ini sebenarnya?

Well.. ada saat kita perlu untuk menampilkan yang terbaik dari diri kita. Tapi ada juga saat-saat kita seharusnya boleh mengungkapkan sisi lemah kita kepada orang lain. Toh dengan demikian kita jadi menyadari bahwa kita semua adalah manusia yang sama dan sederajat di hadapan Yang Illahi. Mengapa kita puas dengan tampilan baik dari orang lain, sementara kita menyadari bahwa itu hanyalah sesuatu yang semu? Mengapa kita suka dengan kalimat-kalimat manis padahal kita tidak tahu ketulusan hati orang yang mengucapkannya? Bukankah lebih baik kita mendengar dan melihat kejujuran walaupun menyakitkan? Mengapa kita cuma mau menerima yang baik dari seseorang dan tidak bersedia menerima kekurangan-kekurangannya?

Hmghh.. Sejujurnya aku juga capek dengan gaya hidup seperti itu. Tuntutan-tuntutan untuk selalu memberikan yang terbaik, yang sempurna, yang memuaskan.. sementara gejolak dalam diriku.. apa ada yang bersedia memahami? Krisis-krisis yang berkecamuk hebat dalam jiwaku.. apa ada seseorang yang bersedia membuka hati untuk peduli? Apa ada yang berusaha untuk mengerti? Hmghh.. sejujurnya, mungkin mengenalku pun tidak, tapi yeah.. entahlah. Sepertinya tiap orang berhak untuk mengemukakan pendapatnya masing-masing..

Kenapa sih kita suka mencari kambing hitam atas segala persoalan yang terjadi? Kenapa bukan kita sendiri yang mencari jalan keluarnya? Kenapa kita harus sibuk berkomentar, menyalahkan sana sini, menunjuk, menilai, mengkritik dan mencari pembenaran?

Hmghhh..

Siapa yang tahu di mana jawabnya? ^^

Rabu, 01 Agustus 2012

Hidup Ini Ya Begini

Hidup ini memang keras. Kejam dan nggak ramah bagi banyak orang. Bahkan kadang kita pikir, hidup hanya bersikap ramah pada segelintir orang yang yeah.. katakanlah.. punya duit? Sukses? Tapi kalo kita tanyakan lagi pada mereka, pasti mereka akan menjawab hal yang sama. Hidup berlaku tidak ramah pada mereka pada awalnya. Barulah setelah mereka bekerja keras dengan tekun, hidup mulai melunak dan menunjukkan wajah manisnya.
Okay. Mungkin nggak semua. Anda mungkin beranggapan hidup itu manis dan menyenangkan. Well, nggak ada salahnya. Apapun pendapat kita, kita berhak mengemukakannya sesuai dengan cara pandang kita terhadap kehidupan.

Aku hanya memikirkan tentang berbagai hal yang bisa terjadi dalam hidup. Nggak selamanya yang terlihat manis, tenang dan datar itu seindah kelihatannya. Kita hanya melihat permukaannya. Kita nggak bener-bener tahu apa yang sedang bergejolak di dalam. Dalam banyak kesempatan, aku menyaksikan bahwa yang terlihat bergejolak belum tentu lebih parah dari yang terlihat aman tadi. Banyak latar belakang dan alasan harus kita perhatikan.

Yeahh.. mungkin postingan kali ini terdengar bagai misteri. Memang iya. Banyak hal terjadi dalam hidup yang nggak bisa begitu saja kubagi dengan Anda semua, para pembaca.. Tentang perasaan-perasaanku, keluargaku, saudaraku, banyak hal deh yang ribet and rumit, seru tapi nggak penting kalo diceritakan pada orang yang nggak ngerti.

Aku cuma berharap melalui setiap kesempatan dan peristiwa yang terjadi dalam hidup, aku bisa menarik pelajaran dari dalamnya. Toh pengalaman bukanlah guru yang terbaik. Guru yang terbaik adalah pengalaman yang direnungkan dan diambil hikmahnya. Kegagalan misalnya, akan tetap menjadi kegagalan sampai kita memelajari sesuatu darinya. Selama tidak, kita akan tetap berurusan dengan kegagalan dalam hidup. Dan dalam banyak peristiwa, pengalaman paling buruklah yang biasanya mengajari kita nilai-nilai penting tentang kehidupan. Kalau kita memelajari kisah tokoh-tokoh ternama dunia, kita bisa melihat bahwa mereka menjadi besar bukan karena mereka terlahir untuk itu, melainkan karena mereka menghadapi sesuatu yang keras, berjuang dengan tekun sehingga berhasil mengatasi penderitaan hidup dan memenangkan pertandingan. Orang-orang seperti inilah yang pada akhirnya kita kenal dengan menyandang predikat sukses. Tanpa perjuangan, kerja keras dan ketekunan, mungkin mereka akan berakhir sama seperti orang biasa lain di dunia ini. Tanpa nama.

Jika Anda menghadapi kesukaran dan mengalami penderitaan yang Anda anggap cukup berat, bersyukurlah. Itu berarti Anda luar biasa. Hanya orang biasa yang akan menghadapi pengalaman-pengalaman biasa. Orang-orang yang luar biasa mengalami hal-hal yang luar biasa. Bahkan mereka mengubah sesuatu yang biasa jadi luar biasa. Anda tak bisa menginginkan hidup Anda biasa-biasa, aman, terkendali, menyenangkan dan berharap jadi seseorang yang luar biasa. Itu tidak mungkin. Anda baru bisa menjadi luar biasa jika Anda telah mengalami banyak peristiwa yang luar biasa, namun terus menghadapinya hingga berhasil mengalahkannya. Itu adalah hukum kehidupan yang tak bisa dibantah. Apa beda permata dan batu biasa? Batu biasa tetaplah batu biasa jika ia tidak diasah, ditempa, digesek dan digoncang oleh kerasnya keadaan sekelilingnya.

Apapun yang tidak membunuhmu, akan menjadikanmu lebih kuat, kata pepatah. Jika suatu persoalan tidak membunuh Anda, maka Anda harus mendapatkan sesuatu yang meningkatkan nilai Anda dari persoalan tersebut. Please dehh.. ini bukan waktu untuk merenungkan hal-hal sepele dan nggak jelas. Sudah bukan waktunya untuk merasa sebagai korban dan minta dikasihani. Bangkitlah, tegaklah, Anda luar biasa. Sampai Anda mengalaminya sendiri, Anda akan memahami bahwa hidup ini bukanlah keajaiban yang turun dari langit, tapi hadiah yang harus Anda perjuangkan untuk tampil sebagai pemenang.

Viva la vida! ^^

Kamis, 26 Juli 2012

Kiri dan Kanan

Setiap jalan..dimanapun negerinya pasti cuma ada dua yaitu kanan dan kiri…itu artinya sejauh kita pergi pilihan itu cuma ada dua..yaitu antara ya dan tidak..kenapa demikian??karena Allah itu telah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan dan bahkan ada yang berlawanan..misalhnya ada siang ada malam, ada laki-laki ada perempuan..dan yang berlawanan contohnya seperti baik dan buruk dan positif serta negatif..


Sebenarnya Tuhan telah memberikan kita anugerah untuk memilih dan pilihan itu tetap hanya ada dua yaitu jalan fujur dan taqwa.jika kita memilih fujur maka penyesalan yang akan kita dapatkan dan jika kita memilih jalan taqwa maka kebahagiaan yang akan kita dapatkan..kuncinya adalah keyakinan akan pilihanmu itu benar atau salah??cuma terkadang manusia serng kali meyakini apa yang sebenarnya di ragukan dan malah meragukan apa yang sudah di yakini. ingat tugas kita pada dasarnya adalah memilih…Lantas jika Tuhan telah memberikan pilihan y ang baik kenapa kita memilih y ang tidak baik? dan jika Tuhan telah menunjukan jalan yang lurus lantas kenapa kita memilih masuk jurang??. kendalikan diri ini untuk memilih yang baik dan syukuri apa yang ada dan jangan menangisi apa yang belum ada.

pandanglah tantang segala sesuatu yang terjadi pada diri kita dari segi positifnya..jika sudah demikian, apapun musibahnya kita akan melihatnya sebagai sebuah anugerah, dan hal yang burukpun akan menjadi baik..kita memiliki rasio dan akan sehat untuk berpikir,,semuanya berada diantara dorongan keinginan dan tarik menarik..proses menjalani hidup itu ternyata lebih berat dari sekedar plening hehe..bedakan antara berpasangan dan berlawanan..antara keinginan dan ego

segitu dulu ahg hehe…

Rabu, 25 Juli 2012

Nasihat Buat Adik Perempuanku....

banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum ,

karna banyaknya madu yang dimiliki bunga ,

tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karna sedikitnya madu…


banyak pria yg tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik, karna memiliki hati yg cantik ..

dan tidak sedikit pula wanita cantik di tinggalkan laki-laki karna hitamnya hati..

karna sejatinya kecantikan adalah jernihnya hati ..

maka percantiklah hatimu,

agar ddl clntai dan dirindukan setiap umat .. ^-^

wanita,

pada setiap mata lelaki ada srigala.

pada setiap mata wanita terdapat sihir yang mampu membuat laki-laki menjadi srigala..

maka wanita, jaga dirimu..

dan lelaki, jaga srigalamu..

kesabaran itu kadang terasa pahit, mengapa /

karna surga itu manis ..

selamatkan hatimu,

maka engkau menyelamatkan segalanya..

abdul bin amr,

rasulluloh bersabda..

dunia ini sesungguhnya merupakan kesenangan ,

dan kesenangan dunia yang terbaik adalah wanita yang shaleha.. (H.R ibnu majah)

Selasa, 24 Juli 2012

CI(N)TA

Satu kata yang setiap orang mengetahuinya…. tak mengenal usia, waktu dan tempat kata itu selalu ada dibenak setiap orang… cinta bagaikan biji didalam buah… tak bisa terlepas dari hati manusia.. hmmm… banyak yang bahagia karena cinta… cinta memberikan warna di kertas kehidupan kita.. tapi terkadang karena cinta jugaseseorang bisa nekad mengakhiri hidup…..


Aku termasuk seorang wanita yang tidak bisa lepas dari satu kata “ cinta”. Banyak pengalaman yang ku dapat dari kata itu, suka, duka, senang, sedih, bahagia, hmmm banyak deh.. dari kata itu seseorang bisa melakukan sesuatu yang sebelumnya belum ia lakukan.. seperti pengorbanan dan kesetiaan..

“Cinta memberiku segalanya”… kata itu memang tepat untukku… kertas kehidupan yang dulu kosong.. sekarang terisi penuh dengan coretan berjuta warna… berpuluh puluh tangisan dan senyuman telah tergores dalam kertas itu.. dan tak akan terhapus sampai kapan pun.. terkadang jika tangisan menghampiriku rasanya ingin berlari dari kata cinta ini..tapi.. apa daya.. cinta ini selalu menghampiri.. dan tak mau pergi… pernah aku berpikir…mungkin kalau tak ada cinta hidupku tak kan ada masalah.. semuanya baik-baik saja.. kepala takkan pusing karena beban dari cinta yang menumpuk di otak dan mata takkan bengkak karena cinta yang membuatnya berlinang…. hmm.. akupun termenung… dan hati ini menjawab..hidupmu takkan bahagia jika kau terus ingin berlari dari cinta..karena bagaimanpun itu hal yang mustahil… satu-satunya cara adalah hadapi cinta itu dengan keberanianmu.. sebagaimana keberanian dirimu dalam menerima kedatangan cinta dalam hidupmu.. yakinlah.. suatu saat kebahagiaan cinta akan menghapuskan tangisanmu ini..

Semangat yang datang membuatku berani menghadapinya…ku hadapi dengan harapan bisa menaklukannya… bisa membuatnya berbalik arah menjadi selalu memberi ku senyuman dan kabahagiaan.. waktu pun terus berjalan dan perlahan sedikit demi sedikit cinta itu menarik bibir ini untuk selalu tersenyum.. dan memberikan bunga kebahagiaan dihati… inilah indahnya cinta.. tangisan dan rasa sakit yang digoreskan olehnyapun terhapus sudah…tak teringat..dan tak menjadi kesuraman dalam hidup malah menjadi warna dalam jalan hidupku…

Untuk kalian yang membaca catatan ini cinta akan selalu ada selama kita hidup… hadapi semuanya dengan keberanian dan harapan.. jangan coba untuk berlari darinya… karena sekali dirimu berlari… selamanya kesuraman akan ada dalam hidupmu.. jangan jadikan cinta mematahkan semangatmu untuk hidup… tapi jadikan cinta untuk menghidupkanmu dalam kehidupan ini…



Cayyooo….. :)

Senin, 23 Juli 2012

Mengambil= Kelak Mengganti


Ibu saya selalu bilang, jangan mengambil sesuatu yang kamu temukan di jalan. Biarkan saja orang lain yang mengambilnya. Terang ibu, jika sesuatu itu diambil maka kelak saya akan mendapatkan tagihan berupa kerugian yang kadang besarnya berlipat-lipat kali dari yang saya dapatkan itu.. Begitulah, nasehat yang masih tetap terngiang jika dijalan saya kebetulan melihat sesuatu.


Otak kritis saya ingin menepis nasehat tersebut. Apa salahnya diambil? Pemiliknya jelas tak tahu dan perkara itu tak bisa dituduhkan sebagai tindak pencurian karena barang tersebut tak bertuan. Lagi-lagi, saya ingin bersikap kritis. Jika tidak saya ambil, pastinya orang lain yang akan menemukan. Lalu apa bedanya jika kelak barang tersebut tak akan kembali ke pemiliknya? Saya atau orang lain yang mendapatkannya hanya masalah waktu dan keberuntungan saja. Diambilpun tak masalah. Mungkin ini jalan rezeki yang tuhan skenariokan.

Dan suatu ketika momen tersebut benar-benar datang. Uang lima ribuan tersamar di rerumputan pinggir jalan. Lumayan, bisa untuk tambah uang jajan di kantin. Yang penting tak usah bercerita kepada ibu, tentu perkara ini tak akan menuai kritikan. Sambil tersenyum penuh dengan kelegaan, uang tersebut mejeng di saku baju.

Tak ada rasa apa-apa. Tak terdetik dosa atau penyesalan seperti yang dikatakan ibu. Berarti saya tidak sedang melakukan kesalahan. Saya juga tak ingin berperasangka lebih buruk jika uang tersebut adalah uang setan. Jika diambil wajib menggantinya dengan uang kecil agar tak mendapatkan malapetaka dikemudian hari. Saya tak percaya itu, pasti ini hanya trik berbagi rejeki bagi penemu berikutnya.

Benar, semua berjalan normal tak masalah. Uang berubah jadi segelas es teh manis dan beberapa makanan pendamping. Semua masuk ke dalam mulut dan tidak menyebabkan sakit perut. Gambaran berlebih yang orang yakini sebagai sebuah karma tidak terjadi. Jika kita tidak percaya, pasti semua akan baik-baik saja. Jaman sudah demikian modern, kenapa harus berlaku klenik dan mistik begitu? Sekali lagi mohon maaf ibu, saya bukan ingin berbatah masalah ini. Saya hanya ingin berlaku realitis saja dalam menapaki kehidupan tanpa dibalut dengan prasangka. Cukuplah tidak berbuat jahat dan tetap prosedural maka semua akan berjalan seimbang.

Di tengah perjalanan pulang dari kampus laju motor saya seperti hilang keseimbangan. Motorpun terhenti, ban kempis! Ucapku panik. Untuk lebih yakinnya ban tetap saya pijit. Lokasi yang cukup Jauh dari tukang tambal ban memaksa saya harus memapahnya hingga keringat bercucuran. Sapaan klakson dari teman berikut dengan asapnya membuat lengkaplah derita ini. Haus!. Untunglah… akhirnya menemukan tukang tambal ban. Menantinya hingga belasan menit.

“Berapa Pak?” tanyaku. Sambil membetulkan posisi motorku tukang tambal ban itu pun menjawab. “ tujuh ribu aja DIk..”

Saya tak ingin menghakimi. Entahlah siapa yang benar. Nasehat ibu atau pikiran kritisku? Saya lebih menganggap uang lima ribu tadi adalah rejeki dari tuhan buatku menambah ongkos tambal ban. Berbeda mungkin dengan ibu saya jika tahu,”Untung cuma menemukan lima ribu…Nduk, “

Minggu, 22 Juli 2012

Dua Tema Sejudul

Ternyata aku sombong


Ternyata temanku tidak bercanda. Saat dia bilang aku sombong. Ternyata aku baru sadar bahwa aku benar-benar sombong. Aku benci sesuatu yang ditutup-tutupi, apalagi bukan sesuatu yang baik. Ternyata kesombongan benar-benar menghancurkan. Menghancurkan hidup dan masa depan, kecuali sombongnya dosen-dosen yang dibuat-buat supaya mahasiswanya semangat.

Aku juga tak mau menutup-nutupi bahwa aku memang belum mampu berfikir dewasa dan ampuh, memang kenapa? Jangan-jangan aku bingung dengan cara hidupku saat ini. Tidak..tidak.. aku akan bertahan seperti ini hingga terlihat hasilnya. Nanti, aku yakin akan ada hasilnya. Bukankah amal sekecil apapun diperhitungkan dan akan di balas. ?


Fungsi Agama Dan Paksaan


Agama dan paksaan sangat perlu bagi orang yang kering inspirasi. Anak kecil terutama, sangat membutuhkan yang namanya paksaan, agar hidupnya terarah. Yang tidak boleh kan paksaan yang keras dan melukai, baik mental maupun fisik.

Jumat, 20 Juli 2012

Indah Senyummu Retno....


Tersenyumlah…
Walau hatimu dirundung duka
Tersenyumlah…
Walau hatimu menangis pilu
Tersenyumlah…
Meski hatimu terluka
Ah, sungguh mudah mengucapkan kata-kata itu…


Tapi aku tidak bisa membohongi hati kecilku karena senyum yang aku berikan kala hati sedang diliputi kesedihan terkadang seperti suatu keterpaksaan. Aku tahu bahwa memberikan senyum itu ibadah. Tapi terkadang terasa berat ketika harus menyembunyikan kesedihan dan kepedihan dengan tetap tersenyum.

Sungguh tidak enak memberikan senyuman karena keterpaksaan terhadap orang lain, sehingga terkesan tidak tulus. Karena ketika hati sedang tak ingin tersenyum. Sebuah senyum yang diberikan seperti sebuah kepura-puraan belaka.

Kemana hilangnya senyuman tulus kala hati dirundung duka? Mungkinkah tertutup awan mendung… entah

***

Maka biarkanlah aku mencari sebentuk senyuman tulus…

Bukan senyum kegetiran yang akan aku berikan

Bukan pula senyum sinis yang mengiris hati

Pun bukan senyum misterius bak Monalisa

Apalagi sebentuk senyum manis yang memabukkan

Aku hanya ingin memberikan senyuman tulus…

senyuman yang menyejukkan kalbu

Senyum ikhlas tanpa keterpaksaan

***

Maka tersenyumlah tanpa perlu orang lain tahu bahwa dibalik senyuman yang kita berikan sesungguhnya kita sedang dirundung kesedihan.

Maka tersenyumlah tanpa perlu orang lain tahu bahwa dibalik senyuman yang kita berikan itu sesungguhnya hati kita menangis.

Maka tersenyumlah tanpa perlu orang lain tahu bahwa kita sedang tidak ingin tersenyum karena ada sesuatu yang membuat hati kita kecewa.

Maka tersenyumlah tanpa perlu orang lain tahu bahwa dibalik senyuman itu tersimpan kepedihan yang teramat sangat.

Maka tersenyumlah walau pahit yang kita rasakan, tapi akan terasa manis bagi yang menerima senyuman kita…

Senin, 16 Juli 2012

Are You A Dreamer, Too?

Apakah kamu seorang pemimpi? Itu bagus. Dibutuhkan seorang yang berani bermimpi besar untuk meraih hal-hal yang besar.


Namun dalam kenyataannya, tak jarang kita malu mengakui diri sebagai seorang pemimpi. Kita seringkali takut dengan anggapan orang. Kita sering minder dengan keadaan kita yang rasanya 'nggak mungkin'. Atau mungkin pernah orang mengatakan pada kita untuk berkaca dulu sebelum melanjutkan impian kita, sehingga kita pun patah semangat dan benar-benar menghentikan impian-impian kita.

Apa ini juga terjadi padamu? Tenang saja. Hampir semua orang di dunia pernah mengalaminya. Sebelum sebuah mimpi benar-benar menjadi kenyataan, mimpi itu haruslah melalui serangkaian ujian yang seringkali berat dan melelahkan. Bagaimanapun, percayalah bahwa semua perjuanganmu itu pantas dan kamu akan menerima upah pada waktunya.

Berikut beberapa tips untuk memperjuangkan impian:
1. Milikilah impian yang besar, namun tetap terukur dan terarah.

Tujulah bulan, paling tidak, kamu akan mendarat di antara bintang-bintang
-- Les BrownHanya kamu yang bisa mengukur kemampuan dirimu. Orang lain hanya bisa menilaimu dari luar. Jika kamu merasa impianmu terlalu besar, namun entah mengapa kamu yakin bisa menggapainya, berjalanlah terus. Jangan patah semangat hanya karena seseorang menganggapmu tidak mampu. Jangan biarkan siapapun meragukanmu. Semakin banyak orang meragukanmu, semakin keras seharusnya kamu berusaha. Tunjukkan pada mereka kualitas dirimu yang sebenarnya!

2. Libatkan diri dalam network/ jaringan pendukung yang bisa membantu, menginspirasi dan memberi energi baru pada impianmu.
Apa yang kamu suka lakukan? Networking? Desain? IT? Fotografi? Ilmu kedokteran? Carilah jejaring yang bisa mendukung dan menguatkanmu. Jika belum menemukan yang tepat, kamu bisa Googling kaan :) Entah itu jejaring secara fisik atau secara virtual (atau online), libatkan diri pada apapun yang membuatmu yakin akan semua impian dan rencanamu. Belajarlah dari kelompok tersebut. Curi ilmunya dan cari dukungan. Sekelompok orang yang memiliki sejumlah persamaan akan merasa punya ikatan dan -bisa dipastikan- akan saling mendukung.

3. Bagi impianmu hanya dengan orang-orang yang bisa mengerti.
Orang yang tidak punya impian biasanya sukar untuk memahami dan menerima impian-impian orang lain. Entah itu saudaramu, orang tuamu, atau sahabat karibmu, jika mereka tak bisa memahami impian-impianmu, jangan ceritakan pada mereka. Percuma. Mereka tak akan membesarkan hatimu. Bagi pemikiranmu hanya dengan mereka yang bersedia untuk mendengarkan dan memahami dirimu. Jika tidak, nantinya kamu sendiri yang akan patah semangat dan merasa kalah sebelum bertanding!

4. Impian itu haruslah sesuatu yang jadi passionmu
Ini tak bisa ditawar. Jangan memimpikan sesuatu hanya karena orang lain berhasil dalam bidang itu. Jika kamu tak sungguh-sungguh menginginkannya, jangan berharap kamu akan berhasil dalam hal itu. Kamu itu pribadi yang unik. Tuhan sudah memperlengkapimu dengan segala sesuatu yang kamu butuhkan untuk bertahan hidup. Tergantung bagaimana kamu mengolah dan merangkai semua kelebihan, bakat dan potensi yang ada padamu untuk menjadi yang terbaik dalam bidangnya. Jangan pernah mau jadi versi nomor dua orang lain. Kamu diciptakan untuk menjalani takdirmu sendiri, jadi tidak perlu bersusah payah mengikuti cara-cara orang lain. Mungkin ada cara yang baik secara keseluruhan (bagi semua orang), namun secara pribadi, kamu perlu melihat ke dalam dirimu sendiri dan merumuskan tindakan-tindakan praktis apa yang perlu kamu lakukan agar dirimu bisa sukses.

Jika kamu bingung bagaimana menemukan passionmu, kamu bisa baca artikel saya di sini.

5. Belajarlah dari seorang model peran
Siapa tokoh yang menginspirasimu? Oprah? Beyonce? Rockefeller? Rain? John Maxwell? Brian Tracy? SBY? Siapapun tokoh yang kamu kagumi, kamu bisa mencari inspirasi dari mereka. Cari tahu bagaimana perjuangan mereka mengatasi kesulitan hidup sehingga mereka bisa sukses seperti sekarang. Tapi kamu juga perlu mengerti bahwa mereka pun hanyalah orang biasa yang tak luput dari kesalahan. Jadi, jika tokoh favoritmu kedapatan kena tilang karena ngebut di jalan, memakai shabu, berpesta gila-gilaan, mendapat masalah karena sikap mereka yang seenaknya di depan publik, please deh.. kamu harus tahu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak pantas ditiru..

6. Buatlah papan visual
Apa yang kita lihat akan memengaruhi apa yang kita rasakan. Jangan pura-pura. Bagaimana perasaanmu waktu di TV diputar iklan ayam goreng favoritmu? Atau iklan tentang sepotong pizza yang bertaburan keju? Atau pusat perbelanjaan yang menawarkan diskon yang menggiurkan? Tak tertarik? Mungkin saja. Tapi jika iklan itu kamu lihat terus menerus, kamu akan menyerah dan mulai membayangkan nikmatnya semua yang ditayangkan di televisimu.

Papan visual membantumu mewujudkan keinginanmu. Misalnya, kamu selalu gagal menurunkan berat badan. Mungkin karena kamu kurang motivasi atau contoh yang tepat. Bagaimana jika setiap saat kamu memandang foto Beyonce? Paling tidak, kamu akan lebih termotivasi karena ingin memiliki tubuh yang mirip dengan tubuhnya yang indah (dan seksi!). Selalu dirundung masalah dan merasa tak mungkin berhasil? Bagaimana dengan gambar Oprah? Kamu pasti tahu bahwa dia menjalani kehidupan yang tidak mudah, namun berhasil mengatasi semua itu dan menjadi sangat berhasil. Guntinglah gambar-gambar yang menginspirasi dari majalah, koran atau apapun yang kamu anggap bisa membantumu mewujudkan impianmu, dan pasang di tempat yang sering kamu lihat. Ingat, kamu tak perlu berbagi dengan siapapun yang kamu tidak percayai. Jadikan ini proyek pribadimu.

7. Miliki citra diri yang baik
Apa yang kita percayai, itulah keadaan kita. Benarlah pepatah lama yang menyatakan bahwa 'Kehidupan adalah nubuatan yang kita jalani sendiri'. Atau ungkapan terkenal dari Henry Ford 'Entah kamu berpikir bisa atau tidak bisa, kamu benar..'. Maksudnya, jika kamu menganggap dirimu bisa, maka kamu bisa. Sebaliknya jika kamu menganggap dirimu tidak bisa, maka kamu tidak bisa. Semudah itu.

Dalam kenyataannya, banyak orang terperangkap dalam citra diri yang kurang baik. Entah karena perlakuan orang tua mereka di masa kecil, perkataan teman mereka, atau faktor-faktor lain, kita seringkali menilai diri kita lebih rendah dari nilai diri kita yang sebenarnya. Padahal, sebagaimana citra diri yang kita miliki, demikianlah yang terjadi dalam hidup. Jika kamu ingin berhasil, milikilah citra diri seorang pemenang. Harapkan yang terbaik bagi dirimu. Jangan pernah menyerah hanya karena tekanan-tekanan kecil di sekelilingmu. Banyak orang menganggap diri mereka tidak mampu dan demikianlah yang terjadi. Tapi kamu, jangan mau terjebak dalam perasaan diri malang atau nasib buruk. Tidak. Kitalah yang menentukan takdir kita. Tuhan selalu memberikan segala yang terbaik bagi kita. Menjadi tugas kita untuk mengejar segala kebaikan itu melalui sikap dan cara pikir kita yang baik di hadapanNya.

Jika kamu seringkali merasa diri tidak berharga, mungkin kamu perlu membaca kembali artikel saya di sini atau di sini.

8. Jangan pernah menyerah
Ini sudah jelas. Sikap mental kita, lebih dari segalanya, menentukan keberhasilan kita. Apa beda pemenang dan pecundang? Hanya sedikit. Kadang tidak sampai satu detik. Kadang hanya satu pukulan yang jitu, atau satu tendangan yang tepat. Kita tidak pernah bisa menyebut diri kita pemenang jika kita sudah menyerah sebelum bertanding. Apapun yang terjadi, peliharalah hatimu. Jaga sikap mental dan cara pandangmu terhadap kehidupan, karena itulah yang akan menentukan langkah akhirmu.

Tentang niat, kerja keras dan keteguhan mungkin tak perlu dijelaskan di sini. Kamu pasti sudah mendengarnya beribu-ribu kali. Ingatlah bahwa bakat hanya 1% berpengaruh, tapi 99% kesuksesan ditentukan oleh kerja keras dan ketekunan. Jangan menganggap bakatmu sebagai pemberian Tuhan yang gratis. Bagaimana pun, kamu perlu mengasah dan mengolahnya supaya dengan bakat dan potensimu, kamu bisa memenuhi tujuanmu dikirim ke planet ini! ^^

Minggu, 15 Juli 2012

AlwaysOn. BEBAS ITU NYATA


Kebebasan itu... omong kosong....
katanya aku bebas berexpresi..tapi selama rok masih dibawah lutut...

hidup ini singkat mumpung masih muda...nikmati...sepuasnya....
asallll jangan lewat dari jam 10 malam...

katanya urusan jodoh...sepenuhnya ada di tanganku...
asalkan sesuku...kalo bisa kaya...berpendidikan tinggi ...dari keluarga baik - baik...

katanya jaman sekarang pilihan itu tak ada batasnya selama mengikuti pikihan yang ada...

always on...bebeas itu nyata....

 

enno's world Template by Ipietoon Cute Blog Design